Nama Kawasan & Luas

Nama Kawasan : SM Lambusango

Luas : 27.374,60 ha


Deskripsi Kawasan

Suaka Margasatwa Lambusango termasuk tipe ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah.  Tipe ekosistem tersebut menghuni kawasan dengan topografi landai bergelombang sampai berbukit yang terletak pada ketinggian antara 200 s/d 750 meter dpl. Keanekaragaman jenis flora maupun fauna yang terdapat di SM Lambusango membuat wilayah ini menjadi salah satu tujuan bagi penelitian keaneka-ragaman hayati oleh peneliti baik dalam maupun luar negeri.


Potensi Obyek Wisata Alam

  • Padang Kuku, yaitu padang rumput serta gunung berbatu dengan ketinggian  500 m dpl, dengan luas seki-tar 1,5 ha.Dari puncak Padang Kuku dapat dini-kmati panorama Teluk Kapontori, Kabupaten Buton, Pulau Kabaena, Pulau Muna dan pano-rama sunset yang sangat indah.
  • Air terjun setinggi 5 m yang berada 1 km dari blok hutan Lapago.
  • Padang alang-alang yang sangat luas yaitu sekitar 15 ha.


Potensi Flora Fauna

  1. Terdapat sedikitnya 145 jenis tumbuhan berhabitus po-hon dan 34 jenis semak.beberapa tingkat strata tum-buhan antara lain Korope (Mischocarpus sundaicus), Wola (Vitex cofassus), dan Beleko (Gomphandra map-pioides). Untuk tingkat tiang didominasi oleh Beleko (Gomphandra mappioides), Guaha (Diospyros maritima) dan Gihond Untuk tingkat pancang yang dominan adalah Holea (Cleisthantus sumatranus), Mengkudu (Mo-rinda citrifolia) dan Hufi (Nephelium lappaecum). Domi-nasi pada tingkat semai adalah Holea (Cleisthantus su-matranus), Kapululi (Causia petandra) dan Korope (Mischocarpus sundaicus).  Sedangkan pada tingkat se-mak didominasi oleh Rotan (Calamus sp), Lingkone (Ophioglossum reticulatum) dan Pandan (Pandanus tectorius).
  2. jenis-jenis fauna endemik Sulawesi antara lain Anoa (Bu-balus sp), Monyet Hitam Sulawesi (Macaca ocherata brunnescens), Musang Sulawesi (Macroqalidia muschenbroeki) dan Tarsius (Tarsius fuscus). Tercatat sedikitnya 11 jenis mamalia, 62 jenis burung, 3 jenis reptilia, dan 1 jenis amphibi, 175 spesies kupu-kupu yang 30 spesies diantaranya termasuk spesies endemik Sulawesi.


Aksesibilitas

  1. Dari Bandara Udara Haluoleo menuju Bandara Udara Betoambari di Bau-Bau ditempuh melalui pesawat udara menuju ke Kota Bau-Bau ditempuh sekitar ± 30 menit, dilanjutkan melalui jalur darat menggunakan mobil menuju ke  Suaka Margasatwa Lambusango ditempuh sekitar ± 2 jam.
  2. Dari Kota Kendari menuju ke Kota Bau-Bau ditempuh melalui jalur laut dengan menggunakan kapal cepat dengan waktu tempuh ± 5 jam perjalanan dan dilanjutkan melalui jalur darat menggunakan mobil menuju ke  Suaka Margasatwa Lambusango ditempuh sekitar ± 2 jam.
  3. Dari Kota Kendari menuju ke pelabuhan Langgapulu melalui jalur darat menggunakan mobil dengan waktu tempuh ± 2 jam perjalanan, selanjutnya menggunakan kapal fery dari pelabuhan Langgapulu menuju ke Pelabuhan Labuan dengan waktu tempuh ± 45 menit, kemuduan dilanjutkan dengan jalur darat menuju ke Suaka Margasatwa Lambusango dengan waktu tempuh ± 4 jam.


SK Penunjukan / Penetapan

Penunjukan:

Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 639/Kpts/9/Um/1982 tanggal 1 September 1982

Penetapan:

Keputusan Menteri KehutananNomor : SK.465/Menhut-II/2011 Tanggal 9 Agustus 2011


Letak (Administratif Pemerintahan)

Kecamatan Kapontori, Lasalimu dan Pasarwajo Kab./Kota Buton Provinsi Sulawesi Tenggara


Letak Geografis

05o13’ – 05o24’ LS dan 122o47’ – 122o56’  BT


Batas Wilayah

Utara     :  Kelurahan Wakangka dan Watumotobe

Selatan  : Hutan Lindung dan Hutan Produksi

Barat      :  Desa Wakalambe dan Lambusango.

Timur     :  Desa Lawele dan Hutan Produksi