Nama Kawasan & Luas

Nama Kawasan : SM Buton Utara

Luas : 91.015,10 ha


Deskripsi Kawasan

SM Buton Utara merupakan habitat satwa liar baik yang telah dilindungi maupun belum dilindungi undang – undang antara lain anoa dataran rendah (Anoa depressicornis), anoa pegunungan (Anoa quarlesi), rusa (Cervus timorensis), kera buton (Macaca brunnescens), kuskus (Phalanger sp), maleo (Macrocephalon maleo) dan berbagai jenis burung, juga terdapat tumbuhan pohon jenis dolipo (Terminalia copelandii), Soni (Dillenia megalantha), gito-gito (Diospyros moonii), cendrana (Pterocarpus indicus), kaba (Canangium odoratum), bengkali (Anthocephalus indicus) dan lain-lainnya, sehingga areal hutan tersebut perlu dibina kelestariannya untuk dapat dimanfaatkan bagi kepentingan ilmu pengetahuan, pendidikan dan kebudayaan.

 


Potensi Obyek Wisata Alam

Air terjun kalima lima yang terdapat di blok hutan Nunu. Air terjun setinggi 40 m ini memiliki kolam dengan ukuran 10 × 15 m. tempat ini dapat di tempuh dengan berjalan dari kampung moolo Kec. Maligano sepanjang 3 km., dengan medan relatif berbukit.

Air terjun soloi setinggi 5 m dapat ditempuh dengan berjalan kaki mengikuti sungai sepanjang 3,5 km dari jalan poros Maligano – ronta di Km 15


Potensi Flora Fauna

Potensi Flora :

Terdapat 83 jenis tumbuhan berhabitus pohon dan 42 jenis semakyaitu tingkat pohon, tiang, pancang, semai dan semak. Dominasi antara lain Sabampolulu (Desoxylum sp.), Kolaka (Casearia grewiaetifolia), dan Gu (Gymnostoma sumatranum). Untuk tingkat tiang didominasi oleh Gito-gito (Diospyros pilosanthera), Buku-malampa (Drypetes longifolia) dan Sabampolulu (Deso-xylum sp.). Untuk tingkat pancang yang dominan adalah Bukumalampa (Drypetes longifolia), Mangga Hutan (Ma-ngifera sp.) dan Kanari (Canarium hirsutum). Dominasi pada tingkat semai adalah Mantihana, Mangga Hutan (Mangifera sp.), dan Buabatu.  Sedangkan pada tingkat semak didominasi oleh Rotan (Calamus sp.), Owiu (Licuala celebica) dan Pandan (Pandanus tectorius).

 

Potensi Fauna :

Jenis-jenis fauna endemik Sulawesi yang terdapat di SM Buton Utara antara lain anoa, monyet hitam sulawesi, musang sulawesi dan burung Maleo. Inventarisasi tim Balai KSDA Sultra tahun 2003 s.d 2016 ditemukan sedikitnya 11 jenis mamalia, 101 jenis burung, 3 jenis reptilia, dan 1 jenis amphibi.

 


Aksesibilitas

  • Perjalanan darat dari Kendari ke Pelabuhan Feri Amolengo (Kab Konawe Selatan) dengan kendaraan roda 4 dan 2 selama ± 2 jam, dilanjutkan jalur laut dari Pela-buhan Feri Amolengo ke Labuan (Kab. Buton Utara) selama ± 45 menit.
  • Perjalanan laut dari Kendari ke Raha dengan kapal cepat selama ± 3 jam, kemudian dari Raha ke pelabuhan Desa Maligano menggunakan perahu tempel/speed boat selama ± 1 jam.


SK Penunjukan / Penetapan

Penunjukan :

Keputusan Menteri Pertanian Nomor 782/Kpts-II/Um/12/1979 tanggal 17 Desember 1979

Penetapan :

SK Menteri Kehutanan Nomor:SK.6568/Menhut-VII/KUH/2014 tanggal 28 Oktober 2014


Letak (Administratif Pemerintahan)

SM Buton Utara termasuk dalam 2 kabupaten meliputi Kabupaten Muna (Kecamatan Maligano, Kecamatan Batu Kara dan Kecamatan Wakorumba Selatan) dan Kabupaten Buton Utara yang merupakan pemekaran Kabupaten Muna (Kecamatan Bonegunu, Kecamatan Wakorumba Utara, Kecamatan Kulisusu Barat, Kecamatan Kulisusu Utara dan Kecamatan Kulisusu).


Letak Geografis

122º48 BT – 123º11 BT dan 4º26 LS – 4º54 LS.


Batas Wilayah

a Utara Hutan Produksi Tetap dan Kec. Wakorumba Utara Kab. Buton Utara
b Selatan Hutan Produksi yang dapat dikonversi , Hutan    Produksi dan Kec. Bonegunu Kab. Buton Utara
c Barat Kecamatan Maligano, Batukara dan Wakorumba Selatan Kab. Muna
d Timur Hutan Produksi yang dapat dikonversi, Laut  Banda, Kec. Bonegunu dan Kec. Kulisusu Kab.    Buton Utara

 


Penataan Blok

SK. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor: SK.421/KSDAE/SET/KSA.0/11/2017 tanggal 15 Agustus 2017